<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Arumbai Blogger</title>
	<atom:link href="http://arumbai.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://arumbai.org</link>
	<description>Portal Resmi Komunitas Blogger Maluku</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 06:07:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>#ArumbaiBacarita &#8220;Potret Pendidikan Maluku</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/05/02/arumbaibacarita-potret-pendidikan-maluku/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/05/02/arumbaibacarita-potret-pendidikan-maluku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 May 2012 05:56:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>almascatie</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Program Arumbai]]></category>
		<category><![CDATA[arumbai]]></category>
		<category><![CDATA[Bacarita]]></category>
		<category><![CDATA[Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Potret]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=879</guid>
		<description><![CDATA[&#160; #Arumbai Bacarita Bulan Mei 2012 Potret Pendidikan Maluku Pembicara : Suhfi Madjid (Blogger &#38; Ketua Komisi D DPRD Maluku) Hamid Lausepa, S.Ag (Kepsek SMK N 1 Manipa) Tempat : Cafe Tifa, Waihaong Ambon Tanggal/Jam Sabtu, 5 Mei 2012, Jam 3 Sore. (on time) . . Dan Sudah Tentu GERATISSSSS!!!! &#160; *Keterangan Foto e poster [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://arumbai.org/category/program-arumbai/"><img class="aligncenter" title="Arumbai Bacarita" src="https://fbcdn-sphotos-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/581090_10150794563624015_642504014_9603058_1613872865_n.jpg" alt="Arumbai Bacarita" width="500" height="679" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>#Arumbai Bacarita Bulan Mei 2012</strong></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Potret Pendidikan Maluku</strong></em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pembicara</strong> :</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong><a title="suhfi majid blog" href="www.suhfimajid.com" target="_blank">Suhfi Madjid</a></strong></em><br />
<em>(Blogger &amp; Ketua Komisi D DPRD Maluku)</em></p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>Hamid Lausepa, S.Ag</strong></em><br />
<em>(Kepsek SMK N 1 Manipa)</em></p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tempat :</strong><br />
Cafe Tifa, Waihaong Ambon</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Tanggal/Jam</strong><br />
Sabtu, 5 Mei 2012, Jam 3 Sore. (on time)</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">.</p>
<p style="text-align: center;">Dan Sudah Tentu</p>
<h1 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><strong>GERATISSSSS!!!!</strong></span></h1>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>*Keterangan Foto e poster :</em><br />
<em>Lokasi: Desa Salas, Seram Bagian Timur</em><br />
<em>Foto By : Abduh Ernas</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/05/02/arumbaibacarita-potret-pendidikan-maluku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>MAAF</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/02/09/maaf/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/02/09/maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Feb 2012 10:30:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=850</guid>
		<description><![CDATA[Mohon Maaf, Portal Arumbai dalam proses persalinan]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon Maaf, Portal Arumbai dalam proses persalinan <img src='http://arumbai.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/02/09/maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Love, Hate and Tolerance</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/30/love-hate-and-tolerance/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/30/love-hate-and-tolerance/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 01:15:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Maluku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=838</guid>
		<description><![CDATA[Perasaan sayang dan benci adalah hal yang sangat manusiawi. Semua orang yang mengakui dirinya sebagai manusia pasti pernah memiliki kedua perasaan tersebut begitu juga dengan saya!!! Selama hampir 25 tahun saya hidup di dunia ini sudah banyak pengalaman yang saya alami entah pahit ataupun manis. Menghabiskan masa kecil di daerah konflik dengan berbagai permasalahan keluarga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_839" class="wp-caption aligncenter" style="width: 507px"><img class=" wp-image-839" title="IMG_1949" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_1949.jpg" alt="" width="497" height="331" /><p class="wp-caption-text">dua anak yang sedang bercanda</p></div>
<p>Perasaan sayang dan benci adalah hal yang sangat manusiawi. Semua orang yang mengakui dirinya sebagai manusia pasti pernah memiliki kedua perasaan tersebut begitu juga dengan saya!!!</p>
<p>Selama hampir 25 tahun saya hidup di dunia ini sudah banyak pengalaman yang saya alami entah pahit ataupun manis. Menghabiskan masa kecil di daerah konflik dengan berbagai permasalahan keluarga dan lingkungan sekitar tidaklah mudah dalam proses pencarian jati diri. Marah, benci, kecewa, menangis dan kehilangan adalah perasaan yang sering saya alami ketika masa-masa ini. Namun cinta dan kasih yang tulus dari orang tua, saudara dan sahabat bercampur melebur memperkaya hati dan jiwa saya sebagai seorang pribadi. Tidak bisa dipungkiri juga pengalaman-pengalaman ini mengkontribusikan banyak hal dalam proses pembentukan jati diri seorang Nabilla Sabban.</p>
<p>Banyak hal yang sudah saya saksikan dalam hidup ini yang mungkin belum disaksikan oleh kebanyakan orang muda seumuran saya. Konflik benar-benar mengkontribusikan banyak hal untuk masa depan saya dalam artian negatif dan positif. Banyak hal negatif yang disebabkan oleh konflik yang saya dan keluarga rasakan, beberapa diantaranya adalah merasakan pengalaman menjadi pengungsi yang tinggal berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain karena rumah dan seluruh harta benda terbakar ketika terjadi penyerangan, kehilangan kesempatan menikmati masa-masa kecil sebgai seorang anak dengan bebas dan bahagia, kehilangan teman-teman sekolah yang dulu nya adalah sahabat namun karena konflik berubah menjadi musuh. Namun ada juga hal positif yang saya dapat dari konflik seperti ketegaran, ikhlas, sabar, tidak mudah menyerah dan terbiasa dengan gaya hidup yang sederhana dan apa adanya. Konflik juga lah yang membuat saya terus bermimpi untuk bisa menciptakan situasi yang lebih aman dan damai untuk anak cucu saya di kemudian hari. Konflik membuat saya mengerti apa arti kata maaf, berjiwa besar dan toleransi. Nilai-nilai ini mungkin terdengar sangat membosankan dan naive tapi inilah nilai-nilai yang di tinggalkan konflik pada diri saya.</p>
<p>Saya yakin saya tidak bisa mencapai apa yang saya capai sekarang jika saya tidak menjalani kehidupan di masa konflik Maluku pada tahun 1999-2005. Sejak saya pindah dari Ambon untuk kuliah di Jogja pada tahun 2005 silam, saya merasakan bagaimana nikmatnya hidup dalam kedamaian tanpa dihantui rasa takut, dan sejak itulah saya terus bermimpi untuk membuat Ambon kembali menjadi tempat yang aman dan damai seperti dulu sebelum terjadi konflik. Kerinduan akan kehidupan yang bebas dari rasa curiga, takut, benci dan keterbatasaan dalam kehidupan sosial ingin sekali bisa saya realisasikan di tanah Maluku. Meskipun saya sadari bahwa akan sangat sulit untuk merealisasikan mimpi-mimpi ini, tapi saya tidak pernah takut bermimpi, karena saya yakin dari mimpilah semua hal bisa dicapai dan mimpi jugalah yang membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Saya percaya mimpi yang dibarengi dengan kerja keras akan membuahkan hasil yang maksimal. Dan ini saya buktikan ketika saya berhasil mendapatkan salah satu beasiswa paling prestigious di dunia.</p>
<div id="attachment_841" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class=" wp-image-841" title="DSC00522-" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/DSC00522-.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Foto Bersama</p></div>
<p>Pengalaman saya bekerja sebagai sosial worker dalam proses perdamaiaan berkelanjutan di Maluku adalah pengalaman yang sangat berharga dalam hidup saya. Saya tidak mungkin bisa mendapatkan pengalaman ini dari bangku sekolah ataupun pendidikan formal lainnya, karena berinteraksi langsung dengan masyarakat dan mengerti akar masalah yang mereka alami benar-benar sesuatu yang sangat menakjubkan bagi saya. Saya sadar bahwa banyak yang memandang pekerjaan yang saya pilih dengan sebelah mata dan menganggap pekerjaan saya ini tidak berprospek dan menghasilkan banyak uang seperti pekerjaan lainnya. Orang tua saya pun pada awalnya tidak setuju dengan pekerjaan yang saya pilih dan berharap saya bisa menjadi PNS ataupun karyawaan swasta. Tapi inilah yang saya inginkan karena ada kepuasan tersendiri dalam diri saya ketika saya bisa mengkontribusikan sesuatu untuk masa depan masyarakat Maluku meskipun dalam skala yang sangat kecil.</p>
<p>Salah satu program yang saya dan teman-teman lakukan untuk menciptakan perdamaian berkelanjutan di Maluku adalah melalui musik, karena musik sebagai universal language dipercaya bisa menyatukan berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang dan kebiasaan. Disamping itu musik dan masyarakat Maluku memiliki ikatan yang sangat kuat. Anak-anak adalah target dari program ini, karena anak-anak adalah generasi kedepan Maluku yang harus diperkenalkan dengan nilai-nilai perdamaian sehingga dikemudian hari konflik yang serupa tidak akan terjadi lagi.</p>
<p>Banyak pelajaran yang saya dapatkan selama bekerja di lapangan dan berinteraksi dengan anak-anak ini, saya belajar bagaimana mencintai sesama dengan tulus tanpa ada rasa curiga dan takut disakiti, saya belajar untuk melihat kehidupan dengan lebih sederhana lagi. Ada kebahagian tersendiri ketika saya bersama mereka. Rasa sayang kepada mereka tumbuh dengan sendirinya dan membuat saya selalu rindu untuk kembali bertemu, bercanda dan membagi semua ilmu yang saya punya untuk mereka. Anak-anak ini membuat saya bangga dan selalu bahagia, tidak ada kata-kata yang pas yang bisa saya pilih untuk menggambarkan betapa pentingnya anak-anak ini dalam proses pendewasaan diri saya. Tidak ada rasa sedih ataupun malu pada diri mereka meskipun mereka berasal dari kampung dan jauh dari fasilitas-fasilitas mewah yang dinikmati oleh anak-anak lain di Negara ini. Mereka polos dan menerima semua yang di berikan tuhan dengan senyuman. Beberapa diantara mereka ada yang berasal dari keluarga menengah tapi kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu bahkan ada beberapa yang hampir putus sekolah karena tidak mampu mengakses biaya sekolah yang semakin mahal. Menariknya anak-anak ini tidak pernah mengeluh walapun kehidupan yang mereka alami bisa dibilang cukup keras untuk anak-anak semuran mereka. Rebana, tifa, gong dan suling adalah teman sehari-hari mereka dalam bermain, bahkan ada yang bisa menciptakan sair-sair indah ketika duduk diatas pohon sambil bermain suling <img src='http://arumbai.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketika saya bertemu dengan anak-anak yang berasal dari provinsi-provinsi lain di Indonesia yang sudah lebih dahulu menikmati kehidupan yang jauh lebih baik dibandingkan anak-anak ini, namun masih sering mengeluh dan merasa kurang dengan apa yang mereka miliki selalu membuat saya sedih dan miris. Saya selalu berpikir bagaimana jika mereka tiba-tiba harus tinggal di kampung-kampung tanpa ada mal-mal dan segala kemudahan yang biasa mereka dapatkan. Apakah mungkin mereka bisa bertahan hidup seperti anak-anak binaan saya ini? Banyak dari kebanyakan anak-anak yang hidup dengan layak dan kecukupan itu suka membanggangkan harta benda milik orang tua mereka, bersikap sombong dan angkuh, menganggap remeh orang lain karena tidak memiliki pengalaman yang sophisticated seperti mereka padahal pada mereka-mereka inilah nasib bangsa di gantungkan jika pemikiran-pemikiran seperti itu tumbuh dan berakar dalam otak mereka tentulah perbedaan-perbedaan diantara orang Indonesia akan terus tertanamkan. Orang kota dan desa akan selalu menjadi pembeda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.</p>
<p>Semoga suatu saat semua anak Indonesia bisa merasakan pembangunan dengan baik, tidak ada lagi yang tertinggal dan di singkirkan. Tidak ada lagi anak Indonesia yang harus menderita karena konflik dan menjadi korban dari semua skenario orang-orang dewasa dan kepentingan mereka. Semoga semua anak Indonesia dari Sabang sampai Merauke bisa menikmati masa kecilnya dengan layak dan menjadi generasi penerus bangsa yang membawa perdamaian dan keharmonisan sosial bagi seluruh masyarakat Indonesia sehingga mereka bisa bebas mencintai tanpa ada rasa takut untuk disakiti. <img src='http://arumbai.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_842" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img class="size-full wp-image-842" title="IMG_2201" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_2201.jpg" alt="" width="500" height="333" /><p class="wp-caption-text">Bersama anak-anak musik</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>by : <a title="Nabilla" href="http://nabillasabban.blogspot.com/">Nabilla Sabban</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/30/love-hate-and-tolerance/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Coffe Badati dan Generasi Damai</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/28/coffe-badati-dan-generasi-damai/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/28/coffe-badati-dan-generasi-damai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 09:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rifky Santiago</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komunitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[“Damai dimulai dari beta!” Salam ini menggema seisi ruang aula SMK Negeri 1 Ambon Karang Panjang, 24 Januari 2012. Pagi itu, Puluhan Ketua Osis dari SMP dan SMA Se-kota Ambon berkumpul dalam satu ruang pertemuan. Didampingi oleh beberapa guru yang juga pembimbing Osis. Mereka bicara soal gerakan damai. Kegiatan ini difasilitasi oleh Gerakan Coffe Badati, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Damai dimulai dari beta!”<br />
Salam ini menggema seisi ruang aula SMK Negeri 1 Ambon Karang Panjang, 24 Januari 2012.<br />
Pagi itu, Puluhan Ketua Osis dari SMP dan SMA Se-kota Ambon berkumpul dalam satu ruang pertemuan. Didampingi oleh beberapa guru yang juga pembimbing Osis. Mereka bicara soal gerakan damai.<br />
Kegiatan ini difasilitasi oleh Gerakan Coffe Badati, sebuah gerakan perdamaian yang digawangi oleh anak muda lintas agama. Juga bersama Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota Ambon, Koran digital Maluku Online dan Yayasan Parakletos.<br />
Dalam talkshow tentang perdamaian, tampil Rudi Fodid. wartawan senior yang akrab disapa Opa ini memaparkan perlunya gerakan damai yang berkelanjutan.<br />
“gerakan damai bukan hanya sampai di sini. Banyak dimensi yang masih bisa kita gali,” tutur Opa Rudi<br />
Selain Opa Rudi, Shurej Tomaluweng, Mahasiswa semester akhir Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM) juga tampil sebagai pembicara dalam talkshow ini.<br />
Tomaluweng memaparkan fungsi jejaring komunikasi lintas iman. Menurutnya penting dicatat rusuh yang berkembang 11 september lalu diakibatkan komunikasi yang salah.<br />
“kita harus berjejaring. Membangun komunikasi antar masyarakat. Ini berguna untuk men-counter isu-isu yang dapat menyebabkan pecahnya konflik,” jelas tomaluweng yang pernah mengikuti studi tentang pluralisme di Amerika ini.</p>
<p><strong>Generasi Damai</strong><br />
Rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan Fokus Group Diskusi. Ketua-ketua OSIS ini dibagi dalam 8 kelompok kecil dan kemudian membahas tentang beberapa topik.<br />
Salah topik menarik  yang dibahas saat itu, tentang ide-ide kerja damai yang bisa diimplementasikan di sekolah masing-masing. mereka diskusi panjang soal ini.<br />
Selesai berdiskusi, beberapa orang perwakilan kelompok yang telah ditunjuk, bergerak ke depan untuk bikin presentasi. Ide-ide menarik itu dituturkan dihadapan hadirin.<br />
Johan Samangun dari SMK 6 Ambon misalnya, presentasi idenya untuk bikin Rumah Tatawa.<br />
“generasi kami hidup dalam trauma masa lampau. Kami dibesarkan dengan cerita-cerita konflik. Sangat jarang kami bicara tentang cerita-cerita lucu dan menarik layaknya anak-anak lain. Rumah Tatawa ini, akan buat semua orang melupakan kisah-kisah konflik,”<br />
agak unik seperti Johan, Jessy Wattimena Dari SMU Kartika Ambon, presentasi tentang Pela Antar sekolah. Dia usul agar setiap sekolah punya ikatan persaudaraan.<br />
“pela antar sekolah bisa mencegah tawuran antar sekolah. ini juga bisa jadi forum pertemuan OSIS se-kota Ambon,” paparnya dengan berapi-api<br />
Banyak ide menarik yang disampaikan oleh calon-calon pemimpin masa depan ini. semuanya bermuara pada perdamaian Maluku yang berkelanjutan.<br />
Kegiatan ini di akhiri dengan nyanyian bersama lagu Maluku Tanah Pusaka oleh hadirin sambil berpegang tangan. Ada yang berurai mata.</p>
<p>Rifky Santiago</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/28/coffe-badati-dan-generasi-damai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>#Bacarita Refleksi 13 Tahun Tragedi Ambon</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/25/bacarita-refleksi-13-tahun-tragedi-ambon/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/25/bacarita-refleksi-13-tahun-tragedi-ambon/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 15:45:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Program Arumbai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=826</guid>
		<description><![CDATA[Sore itu, 14 Januari 2012, di Café Champion, cafe yang belakangan menjadi tempat favorit komunitas-komunitas di Ambon untuk berkumpul ini mulai riuh dengan kedatangan satu satu kawan Arumbai dan rekan rekan lintas komunitas lainnya seperti dari Gunung Mimpi, Kalesang Halong Mardika, Ambon Bergerak, para mahasiswa yang kesemuanya adalah para provokator perdamaian. 20 hingga 30 pemuda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_828" class="wp-caption aligncenter" style="width: 506px"><img class=" wp-image-828" title="p20120119-152149" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/p20120119-152149.jpg" alt="Refleksi 13 Tahun tragedi ambon" width="496" height="372" /><p class="wp-caption-text">Gerakan #Badati Refleksi 13 Tahun tragedi ambon</p></div>
<p>Sore itu, 14 Januari 2012, di Café Champion, cafe yang belakangan menjadi tempat favorit komunitas-komunitas di Ambon untuk berkumpul ini mulai riuh dengan kedatangan satu satu kawan Arumbai dan rekan rekan lintas komunitas lainnya seperti dari Gunung Mimpi, Kalesang Halong Mardika, Ambon Bergerak, para mahasiswa yang kesemuanya adalah para provokator perdamaian. 20 hingga 30 pemuda berkumpul dan saling memberi makna atas tragedy pahit itu.</p>
<p>Agenda Arumbai Bacarita yang digadang gadang sejak 2011 ini namun sering gagal dilaksankan, akhirnya di awal tahun 2012 ini dapat terlaksana juga. Tema yang diangkat pada Arumbai Bacarita edisi perdana ini adalah Refleksi 13 Tahun Tragedi Kemanusiaan Maluku. Bukan tanpa alasan Arumbai menggelar diskusi ini karena tepat 13 tahun lalu, ada luka yang ditoreh di bumi berjuluk Negeri Raja Raja.<br />
Dengan moderator oleh Bung Wessly, Bacarita diawali dengan refleksi dari Abang Abidin Wakanno, seorang pelaku sejarah dalam masa masa awal tragedi hingga pemulihan melalui Lembaga Lintas Iman yang dibentuknya. Abang Abi, begitu ia biasa dipanggil, membuka cerita dengan mengatakan bahwa banyak orang harus belajar perdamaian di Maluku. Maluku telah menjadi laboratorium pluralisme dunia. Sudah banyak disertasi yang muncul dari pengalaman berkonflik di Maluku meski sayangnya karya karya itu belum menyentuh Maluku secara lebih riil.</p>
<p>Pasca konflik 99, nilai nilai sipil di Maluku bergeser menjadi lebih keras karena tidak ada pemulihan psikologis masyarakat. Kota berubah menjadi kota militerisme dimana pos pos tentara bisa ditemui di sepanjang jalan kota. Namun Abang Abi tetap mengakui bahwa Konflik lantas menjadi sebuah kekuatan untuk membangun Maluku menjadi lebih beradab. Beliau membagi fase konflik menjadi 4 fase yaitu : 1) Fase sebelum konflik dimana bisa dikatakan di fase ini masyarakat Maluku hidup dalam kerukunan semu, tidak pernah ada dialog sesungguhnya. 2) Fase masa konflik : Semua terlibat dalam konflik. Suka tidak suka, mau tidak mau, setiap orang harus mengambil bagian dalam konflik dalam berbagai bentuk. Rekonsiliasi dan damai adalah kata yang haram dikatakan. 3) Fase berhenti berkonflik dimana mulai dibangun membangun negosiasi, dan mediasi, tapi belum perjumpaan. 4) Fase aman atau yang lebih disebut fase bulan madu dimana Islam dan Kristen berlomba lomba melakukan rekonsiliasi.  : Islam Kristen bulan madu. Setiap orang menggunakan kata rekonsiliasi untuk kepentingan masing masing. Setiap fase menunjukkan bahwa Masyarakat Maluku berproses untuk dapat keluar dari lingkaran setan bernama konflik ini.</p>
<p>Setelah uraian menarik dari Abang Abi, Bung Wessly mempersilahkan rekan rekan untuk mulai berbagi. Mendapat sundulan tersebut, cerita cerita pun mulai mengalir. Satu satu bercerita tentang kenangan masa berkonflik hingga petikan petikan hikmah yang kemudian diambil dan menjadi nilai baru yang dijalani saat ini.  Berikut beberapa petikan kisahnya :</p>
<p>&#8220;<em>Saya trauma terhadap konflik, tak hanya besar, perkelahian tetangga pun bisa membuat saya sangat takut</em>&#8221; | Winda, Mhs IAIN<br />
&#8220;<em>Setiap konflik, kami sering dilindungi oleh guru2 yg beragama kristen, jika ada bunyi tembakan, kami langsung di suruh pulang</em>&#8221; | Munawir, pemuda Islam di lingkungan kristen<br />
<em>&#8220;99 bulan desember, saya mengungsi dari namlea, dan setiap hari pada saat ada adzan, saya langsung matikan tipi, karena ga suka</em>&#8221; |Wessly, pemuda kristen<br />
&#8220;<em>Saya pernah Buang Mayat orang, kami anak2 kecil yang disuruh buang mayat2 itu ke navigasi, Saya masuk dalam pasukan bensin, pasukan yg bertugas membakar, bersama teman2 yg lain&#8221; </em> | Borut, saat itu masih kls 3 SD</p>
<p>Cerita masih berlangsung ketika Bung Justus Pattipawae, Direktur Institut Tifa Damai Maluku, memasuki kafe Champion. Mengambil tempat di samping Abang Abi, beliau yang akrab disapa dengan panggilan Bu Yus ini ikut berbagi bersama kami. Dengan gaya bicaranya yang khas dan berapi api, bu Yus menceritakan kisah beliau dengan rekan rekan saat ikut melakukan rekonsiliasi bersama para Raja di Majelis Latupati Maluku. Tuturan beliau dimulai  dengan pesan bahwa membangun Maluku itu harus murni dari hati nurani, panggilan kemanusiaan, dan bukan kepentingan. Refleksi beliau menyadarkan bahwa selama ini pergumulan perdamaian masih di level elit tanpa menyentuh akar. Sementara konflik sering bermula dari hal hal kecil dan dilakukan oleh masyarakat yang seringnya tak tersentuh aroma pembangunan atau apalah namanya yang ditawarkan pemerintah dan Negara.</p>
<blockquote><p>Ruang-ruang interaksi sosial dalam masyarakat antar agama seperti tertutup sampai sekarang ini di Ambon. Hal ini menjadikan masyarakat pun berpikir dalam ruang-ruang interaksi mereka sendiri, tidak ada interaksi bersama antar agama (Yustus Pattipawae)</p></blockquote>
<p>Tak bisa dipungkiri bahwa, Maluku tidak hanya kehilangan generasi dalam arti ribuan orang terbaik Maluku musnah oleh konflik 99 itu, namun lebih dr itu. Serota cerota seperti Nene Luhu, Batu Badaong, sudah hilang dan terganti menjadi cerita tentang konflik. Yang diwariskan oleh orang Maluku kepada anak cucu ada cerita konflik, siapa membunuh siapa, siapa membajar rumah siapa dan hal hal miris lainnya. Tak ada cerita sedikitpun tentang “Perdamaian”.  Begitupun dengan tulisan, semua orang menulis tentang konflik, jarang sekali yang menulis tentang perdamaian meski bagian bagian terkecil. Abang Abi dan Bu Yus  lantas memprovokasi rekan rekan untuk menulis agar sejarah yang selama ini berbasis penguasa, menjadi sejarah yang ditulis oleh rakyat. dan sepertinya projek menulis cerita perdamaian setelah ini akan bergulir untuk menularkan perdamaian ke Maluku.</p>
<blockquote><p>Andai saja Yesus dan Muhammad masih hidup mungkin mereka sementara minom kopi bersama kita saat ini (Abidin Wakanno)</p></blockquote>
<p>Diskusi masih berlanjut hingga menjelang maghrib. Dan meski enggan, diskusi sore itu harus berakhir.  Yang kita yakini bersama adalah perjuangan untuk perdamaian sejati belum berakhir. Terimakasih kepada para peserta #ArumbaiBacarita yang telah berbagi cerita paling pahit tentang kehilangan harta, keluarga dan rasa aman.  Mereka yang berbagi sore itu,  berbagi tanpa dendam, berbagi tanpa ingin memusuhi, berbagi pengalaman untuk perdamaian.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/25/bacarita-refleksi-13-tahun-tragedi-ambon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ambon Berpotensi Menjadi Pusat Pariwisata Indonesia.</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/11/ambon-berpotensi-menjadi-pusat-pariwisata-indonesia/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/11/ambon-berpotensi-menjadi-pusat-pariwisata-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 04:50:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Eddie Likumahua</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=794</guid>
		<description><![CDATA[Ambon adalah ibukota Provinsi Maluku yang terletak di Indonesia bagian timur. Kalau berbicara tentang Ambon pasti identik dengan pasir pantai putih yang indah. Tidak bisa dipungkiri bahwa pulau Ambon terkenal dengan keindahan laut dan pantainya. Mungkin anda pernah mendengar tentang pantai Natsepa Ambon. Itulah salah satu dari sekian banyak pantai yang indah di pulau Ambon. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">Ambon adalah ibukota Provinsi Maluku yang terletak di Indonesia bagian timur. Kalau berbicara tentang Ambon pasti identik dengan pasir pantai putih yang indah. Tidak bisa dipungkiri bahwa pulau Ambon terkenal dengan keindahan laut dan pantainya. Mungkin anda pernah mendengar tentang pantai Natsepa Ambon. Itulah salah satu dari sekian banyak pantai yang indah di pulau Ambon.</div>
<table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-GIBY62XVp5c/Tug4yazaTiI/AAAAAAAAAa8/qDtC0kDOw4s/s1600/ambon_map.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-GIBY62XVp5c/Tug4yazaTiI/AAAAAAAAAa8/qDtC0kDOw4s/s320/ambon_map.jpg" alt="" width="320" height="169" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: xx-small;">Peta pulau Ambon</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Kenapa saya mengatakan bahwa Ambon berpotensi sebagai pusat pariwisata Indonesia? Sudah jelas karena Ambon memiliki banyak sekali daerah daerah yang sangat potensial menjadi daerah pariwisata dengan keindahan dan keunikannya masing masing.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Selain keindahan pantai Natsepa yang saya sebut diatas, Ambon juga memiliki banyak tempat yg sama indahnya. Seperti: Pintu Kota, Santai Beach, Hukurila, Liang Beach, dan lain lain.</div>
<div style="text-align: justify;">Selain memiliki pantai yang indah, pulau Ambon juga mempunya banyak peninngalan sejarah. Seperti: Benteng New Victoria di Mardika Ambon.</div>
<div style="text-align: justify;">Jangan lupa juga kebudayaan yang dimiliki oleh orang Maluku khususnya Kebudayaan dari pulau Ambon yang sangat beragam dan menarik.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Itulah alasan saya mengatakan bahwa Ambon berpotensi menjadi pusat pariwisata di Indonesia. Kalo sekarang kita tahu Bali sebagai pusat pariwisata Indonesia, mungkin kedepannya Ambon dapat bersaing dengan Bali untuk menjadi pusat pariwisata Indonesia. Tinggal bagaimana pemerintah dan orang setempat dapat merealisasikannya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><span style="font-size: x-small;"><em>NP: Visit Ambon</em></span></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">
<div style="color: red;"><span style="font-size: large;">KEINDAHAN PANTAI NATSEPA</span></div>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">Pantai Natsepa yang terletak di desa Suli kecamatan Baguala Ambon mempunyai keindahan dan panoraman pantai yang sangat luat biasa indahnya. Didukung oleh pasir putih dan air laut yang sangat jernih, Pantai Natsepa menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di kota Ambon.</div>
<table class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-hm_bNkEf5kY/TuhJMl9WN4I/AAAAAAAAAbE/Kh8Cd5mWiJA/s1600/P8110006.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-hm_bNkEf5kY/TuhJMl9WN4I/AAAAAAAAAbE/Kh8Cd5mWiJA/s200/P8110006.jpg" alt="" width="200" height="200" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><em><span style="font-size: xx-small;">Pantai Natsepa Ambon</span></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dengan membayar sekitar 2000 rupiah, anda sudah dapat menikmati keindahan pantai Natsepa.</div>
<div style="text-align: justify;">Disana juga sudah disediakan wahana Banana Boat yang dapat anda sewa, dan apabila anda ingin menikmati kejernihan air laut di pantai Natsepa anda dapat menyewa perahu dan berkeliling pantai Natsepa.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<table class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-N5WfnDedUCo/TuhJSpfIuyI/AAAAAAAAAbU/0z8OijJ6Hi8/s1600/pantai-natsepa.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-N5WfnDedUCo/TuhJSpfIuyI/AAAAAAAAAbU/0z8OijJ6Hi8/s200/pantai-natsepa.jpg" alt="" width="200" height="150" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><em><span style="font-size: xx-small;">Pemandangan pantai Natsepa dari atas bukit Sul</span></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align: justify;">Karena keindahan pantai Natsepa, sekarang juga telah di bangun Hotel Aston and Ressort si samping pantai Natsepa</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Oh iya,,,saya hampir lupa. Berbicara soal Natsepa. Tidak hanya tentang keindahan pantainya, tapi bagi anda yang suka kuliner. Anda juga dapat menemukan berbagai macam kuliner di sana.</div>
<div style="text-align: justify;">Seperti Pisang Goreng, Sukun Goreng, Kasbi goreng dan lain lain.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Tapi ada 1 makanan yang harus anda coba yaitu Rujak Natsepa. Banyak orang yang bilang kalau jika pergi ke Natsepa tanpa makan Rujak Natsepa itu sama aja bohong. Pokoknya patut dicoba kalo anda berkunjung kesana.</div>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-nNR7Ob222ME/TuhJVxruwfI/AAAAAAAAAbk/vT4n_WpZKlY/s1600/Rujak-Pantai-Natsepa-1.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-nNR7Ob222ME/TuhJVxruwfI/AAAAAAAAAbk/vT4n_WpZKlY/s320/Rujak-Pantai-Natsepa-1.jpg" alt="" width="320" height="211" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><span style="font-size: xx-small;"><em>Rujak Natsepa</em></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: x-small;">NP: Visit Ambon</span></em></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">
<p><span style="color: red; font-size: large;">PINTU KOTA AMBON</span><em></em></p>
</div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://3.bp.blogspot.com/-BWS145NYcwU/TurKwA_LccI/AAAAAAAAAdM/ytX5a3Uf3XY/s1600/travel_pintukota1a.jpg"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-BWS145NYcwU/TurKwA_LccI/AAAAAAAAAdM/ytX5a3Uf3XY/s320/travel_pintukota1a.jpg" alt="" width="320" height="213" border="0" /></a></div>
<div style="text-align: justify;">Pintu Kota terletak di desa Latuhalat, Ambon.</div>
<div style="text-align: justify;">Kenapa tempat ini disebut Pintu Kota? Ya, karena tempat yang satu ini memiliki tebing karang yang mempunyai lubang yang berbentuk pintu di tengahnya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Pada bagian karang yang berlubang tersebut apabila kita berdiri di<br />
pinggir pantai, maka kita dapat melihat laut secara langsung melalui<br />
lubang tersebut. Pantai Pintu Kota berbentuk teluk merupakan jenis<br />
pantai berkarang dan berbatu. Bagian bibir pantai yang berpasir hanya<br />
sedikit saja. Dari tempat parkir menuju lokasi pantai kita harus<br />
menuruni tangga yang agak curam dan sempit, yang kalau basah harus<br />
berhati-hati supaya tidak tergelincir. Di lokasi pantai terdapat<br />
pondokan-pondokan untuk tempat berteduh dan beristirahat dengan<br />
rimbunnya pepohonan yang cukup besar.</div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="http://2.bp.blogspot.com/-AKlh2CgZqbI/TurOC6hUvRI/AAAAAAAAAdU/2PEtmU_ks4g/s1600/ambon_pintu+kota.jpg"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-AKlh2CgZqbI/TurOC6hUvRI/AAAAAAAAAdU/2PEtmU_ks4g/s320/ambon_pintu+kota.jpg" alt="" width="320" height="320" border="0" /></a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Perjalanan untuk mencapai lokasi dari kota Ambon yang berjarak lebih<br />
kurang 15-16 km dapat ditempuh dengan waktu lebih kurang 1 jam<br />
perjalanan dengan kendaraan sedan jenis SUV/ MPV. Disamping itu juga<br />
dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan kendaraan<br />
angkutan umum. Sepanjang perjalanan menuju lokasi kita juga disuguhkan<br />
pemandangan alam yang masih asri dan natural yang tak kalah menariknya.Potensi pantai Pintu Kota disamping untuk tempat wisata pantai juga<br />
dapat digunakan untuk acara pemotretan Prewedding, Wedding, modeling,<br />
fashion dan juga produk Iklan atau film. Tempat parkir kendaraan yang<br />
cukup luas juga membuat para pengunjung merasa nyaman.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Disamping itu, pintu kota juga dapat menjadi Dive Spot bagi mereka yang menyukai keindahan bawah laut. Pintu Kota memiliki koral dan terumbu karang yang sangat indah.</div>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" width="497" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><span style="margin-left: auto; margin-right: auto;"><img src="http://2.bp.blogspot.com/-980ZIrizppQ/TurKeAiQ8QI/AAAAAAAAAc0/1u9wJx3KG88/s640/cris-pintu-kota.jpg" alt="" width="387" height="256" border="0" /></span></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><em><span style="font-size: xx-small;">Pemandangan bawah laut Pintu Kota I <em>(foto by <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/">Iman Br</a>)</em></span></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-2Xc8VbUFgBU/TurKr8eq6nI/AAAAAAAAAdE/qtd6K6mby0k/s1600/pintu-kota8.jpg"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-2Xc8VbUFgBU/TurKr8eq6nI/AAAAAAAAAdE/qtd6K6mby0k/s640/pintu-kota8.jpg" alt="" width="375" height="247" border="0" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"><em><span style="font-size: xx-small;">Pemandangan bawah laut Pintu Kota II (foto by <a href="http://blog.imanbrotoseno.com/">Iman Br</a>)</span></em></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Potensi yang sangat luar biasa bukan?</div>
<div style="text-align: justify;">Cuma yang kurang dari tempat ini mungkin dari fasilitasnya yang kurang memadai.</div>
<div style="text-align: justify;">Bukan cuma itu saja tempat yang indah di ambon, masih banyak tempat yang indah di kota Ambon.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"><em>NP: Visit Ambon</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/11/ambon-berpotensi-menjadi-pusat-pariwisata-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku untuk Sekolah Laskar Pelangi Binaiya</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/11/buku-untuk-sekolah-laskar-pelangi-binaiya/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/11/buku-untuk-sekolah-laskar-pelangi-binaiya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 00:01:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Program Arumbai]]></category>
		<category><![CDATA[arumbai]]></category>
		<category><![CDATA[Binaiya]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Peduli]]></category>
		<category><![CDATA[Buku untuk siswa]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbang Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Pada postingan tentang Sekolah Laskar Pelangi di daerah Pegunungan Binaiya Pulau Seram beberapa waktu lalu. Maka  sebagai upaya kepedulian dan ingin berbagi bersama, pada awal tahun 2012 ini Arumbai Blogger Maluku melakukan sebuah kegiatan berbagi buku kepada para siswa di SD-SD yang berada di pedalaman pulau Seram tersebut, dengan nama &#8220;Peduli Buku untuk Sekolah Laskar Pelangi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-806" title="sekolah binaiya" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/sekolah-binaiya.jpg" alt="" width="531" height="651" /></p>
<p>Pada postingan tentang Sekolah Laskar Pelangi di daerah Pegunungan Binaiya Pulau Seram beberapa waktu lalu. Maka  sebagai upaya kepedulian dan ingin berbagi bersama, pada awal tahun 2012 ini Arumbai Blogger Maluku melakukan sebuah kegiatan berbagi buku kepada para siswa di SD-SD yang berada di pedalaman pulau Seram tersebut, dengan nama &#8220;Peduli Buku untuk Sekolah Laskar Pelangi Binaiya&#8221; gerakan ini bertujuan untuk mengajak siapa saja yang peduli untuk menyumbangkan buku bacaan layak pakai untuk Siswa SD/SMP  dan akan kami antarkan kepada siswa-siswa sekolah tersebut.</p>
<p>Untuk teman-teman yang ingin berpartisipasi, untuk sementara alamat drop point-nya sebagai berikut :</p>
<p><strong>Ambon :</strong><br />
Jln. Jenderal Sudirman, Galunggung Samping SMA 11 Ambon,<br />
Lorong SD 64. No. 6. RT 06/006<br />
Kode Pos 97128<br />
(Cp. Afrianti Mahulette, Akbar Marasabessy) / anggota arumbai lainnya.</p>
<p><strong>Bekasi :</strong><br />
Bradley Marlissa<br />
Twitter : @indobrad / Email: indobrad@gmail.com</p>
<p><strong>Jakarta :</strong><br />
Roe Salampessy<br />
Jl. Tebet Dalam 4, nomor 31 A.<br />
Kel. Tebet Barat RT.12/RW.01.<br />
Jakarta Selatan-12810.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/11/buku-untuk-sekolah-laskar-pelangi-binaiya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lomba Blog Arumbai 2012</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/05/lomba-blog-arumbai-2012/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/05/lomba-blog-arumbai-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2012 07:18:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Program Arumbai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=773</guid>
		<description><![CDATA[Memasuki tahun 2012, #Arumbai Blogger Maluku  mengadakan Lomba Menulis Blog Arumbai 2012 dengan tema &#8220;Refleksi Arumbai 2011&#8243;, Adapun Syarat-syarat lomba adalah sebagai berikut : Peserta wajib memiliki blog (terbuka kepada pemilik blog di blogspot, wordpress, multiply, dot info, dot com dan juga dot net). Peserta yang ikut diperbolehkan dari mana saja, baik yang berada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-212" title="Komunitas Arumbai Blogger Maluku" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2011/02/featured.jpg" alt="" width="500" height="200" /></p>
<p>Memasuki tahun 2012, #Arumbai Blogger Maluku  mengadakan Lomba Menulis Blog Arumbai 2012 dengan tema &#8220;Refleksi Arumbai 2011&#8243;, Adapun Syarat-syarat lomba adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Peserta wajib memiliki blog (terbuka kepada pemilik blog di blogspot, wordpress, multiply, dot info, dot com dan juga dot net).</li>
<li>Peserta yang ikut diperbolehkan dari mana saja, baik yang berada di Indonesia maupun yang berada diluar negeri.</li>
<li>Peserta membuat postingan khusus tentang lomba dengan tema yang sudah ditentukan. Kemudian Isi <a title="Form Pendaftaran Lomba Blog" href="https://docs.google.com/a/arumbai.org/spreadsheet/viewform?formkey=dGxld3o5bEVUOU9tZmF4V1ZZa21VcVE6MQ" target="_blank">form pendaftaran lomba di google docs</a>.</li>
<li>Postingan adalah asli, belum dipublikasikan, bukan copy paste dari tulisan lain dan wajib mengutip sumber tulisan/gambar jika ada.</li>
<li>Tidak mengandung SARA</li>
<li>Menyertakan minimal 1 tautan ke http://arumbai.org dan minimal 1 banner arumbai.</li>
<li>Gaya penulisan adalah bebas (artikel, essay, cerpen) dan di perbolehkan menggunakan Bahasa Indonesia sehari-hari/gaul tapi bukan alay atau Melayu Ambon.</li>
<li>Panjang karangan, maksimal 10.000 karakter.</li>
<li>Kontes dilaksanakan dari 7 Januari 2012 sampai 27 Januari 2012 Jam 12.00 Waktu Indonesia Bagian Timur</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Hadiah yang akan dimenangkan para pemenang :</strong></p>
<p>1. Domain + Hosting 1 Tahun<br />
2. Modem<br />
3. Flashdisk</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/05/lomba-blog-arumbai-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Kelahiran Anak-Anak Perdamaian Maluku</title>
		<link>http://arumbai.org/2012/01/03/tentang-kelahiran-anak-anak-perdamaian-maluku/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2012/01/03/tentang-kelahiran-anak-anak-perdamaian-maluku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Jan 2012 08:34:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kolom Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Ambon Damai]]></category>
		<category><![CDATA[badati]]></category>
		<category><![CDATA[gong perdamaian]]></category>
		<category><![CDATA[Heka leka]]></category>
		<category><![CDATA[Konflik Ambon]]></category>
		<category><![CDATA[lawamena]]></category>
		<category><![CDATA[Perdamaian Maluku]]></category>
		<category><![CDATA[Provokator Damai]]></category>
		<category><![CDATA[Wesly Johannes]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=758</guid>
		<description><![CDATA[Berdamai (baku bae) menunjuk pada kemenangan cinta dalam pergulatan batin melawan kebencian yang kemudian menjelma dalam berbagai cara setelah tubuh atau hati mengalami &#8216;luka-luka&#8217; akibat pertentangan, pertengkaran, atau konflik, atau perang yang terjadi sebelumnya. Kenyataan ini mencuatkan fakta asali dari perdamaian bahwa ia (perdamaian) memang tidak bisa dipisahkan dari pertentangan, pertengkaran, atau konflik atau perang. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_759" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/badati1.jpg"><img class="size-full wp-image-759" title="badati" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/badati1.jpg" alt="" width="500" height="344" /></a><p class="wp-caption-text">Photo bersama warga di Pos Nania | Gerakan Badati</p></div>
<p>Berdamai (baku bae) menunjuk pada kemenangan cinta dalam pergulatan batin melawan kebencian yang kemudian menjelma dalam berbagai cara setelah tubuh atau hati mengalami &#8216;luka-luka&#8217; akibat pertentangan, pertengkaran, atau konflik, atau perang yang terjadi sebelumnya. Kenyataan ini mencuatkan fakta asali dari perdamaian bahwa ia (perdamaian) memang tidak bisa dipisahkan dari pertentangan, pertengkaran, atau konflik atau perang. Di Maluku, khususnya bagian tengah, kami mengenal dialektika semacam itu dengan nama &#8216;heka leka.&#8217;</p>
<p>Seirama dengan dialektika &#8216;heka leka,&#8217; maka &#8216;berperang&#8217; (bakalae) selalu berada bersama dengan &#8216;berdamai&#8217; (baku bae). Ibarat batang kasbi (singkong, ketela pohon) yang harus dipenggal menjadi beberapa potong untuk ditanam dan menghasilkan kehidupan yang baru, perang saudara yang panjang (1999-2004) dan bentrok dua kelompok massa beberapa waktu lalu (11 September 2011) di Ambon ternyata juga melahirkan anak-anak. Mereka masih muda sekarang.</p>
<p>Jumat, 25 November 2011, ada satu adegan perjumpaan lintas iman, lintas generasi, lintas suku bangsa, suatu dialog berbasis komunitas yang dimediasi oleh Badati, komunitas orang-orang muda lintas iman yang bergerilya untuk memprovokasi perdamaian di kota dan pulau Ambon. Perjumpaan di pelataran Gong Perdamaian Dunia itu telah diberi judul &#8220;Refleksi Badati Damai.&#8221; Mari kita jejaki kisah ini bersama-sama!</p>
<p>Perang dan damai adalah buah dari serangkaian proses panjang yang melibatkan berbagai elemen dalam ruang-waktu. Ada sederetan peristiwa yang bertaburan dalam ruang-waktu, yang melibatkan beragam karakter manusia, baik yang tampil personal maupun yang bersembunyi di balik jubah massa, komunitas, institusi-institusi, maupun kepentingan-kepentingan yang berkelindan. Maka berperang dan berdamai juga adalah proses yang tidak harus dimengerti secara kronologis, melainkan lebih merupakan perjalanan bersama yang dialektis menuju puncak peradaban. Sementara sebagian orang sibuk merancang kejahatan dan berperang dengan beringas, ada pula orang-orang yang bergerilya untuk perdamaian. Begitulah model dialektis di sepanjang proses peperangan dan perdamaian.</p>
<p>Meresapi sari pati yang menetes dari cerita beberapa orang kawan tentang pengalaman bergulat dengan amarah dan kebencian dalam hati akibat konflik bertopeng Agama di Maluku membuat saya kembali menyantap sejarah kelabu Maluku dengan menu yang amat lengkap: &#8220;ingatan tentang api dan asap yang menggepul dari bumbungan rumah-rumah ibadah dan rumah-rumah warga, ingatan tentang mengungsi dari negeri Kayeli, ingatan tentang pribadi-pribadi terkasih yang nyawanya direnggut dengan paksa, lalu ada juga darah dan iringan bunyi senapan disela gelegar bom.&#8221; Semua ini kembali saya kunyah dengan senang hati menjelang subuh yang teduh. Tidak bosan-bosan saya menyerap sari pati sejarah kelabu Maluku, hanya yang terbaik di dalam kenangan terburuk tentang Maluku yang diserap. Selayaknya tubuh menyerap apa yang berguna dan melepas apa yang tidak berguna.</p>
<p>Dalam bait-bait puisi Igy dan George, dalam tuturan Aprino, abang Ahmad, bung Rido, Stanley, Ali Topan, dan seorang nona berkerudung (maaf, saya lupa namanya), dan dalam teatrikal &#8220;White for Peace&#8221; yang dipentaskan Bengkel Seni Embun, dalam lagu Cidade de Amboino, dalam kapata usi Elsye dan bung Rudi, juga bisikan Irfan tentang damai, bahkan dalam semangat kawan-kawan Badati untuk mempersiapkan dan mengawal kegiatan ini, saya menemukan proses yang kurang lebih sama. Kami semua tumbuh besar dalam konflik, dalam masyarakat heterophobia yang penuh kebencian dan kecurigaan kolektif, kami semua korban konflik yang telah berlalu (1999-2004) mau pun bentrok baru-baru ini (11 September 2011). Semua kenangan tentang pahit-getir Maluku kami kunyah pelan-pelan, kami cerna, lalu yang baik diserap dan dengan sadar melepas yang tidak berguna. Tatanan masyarakat Maluku belum banyak berubah, masih terdapat kecurigaan, kebencian, dan dendam yang bersifat kolektif, namun kami semua yang hadir dalam &#8220;Refleksi Badati Damai&#8221; telah memilih untuk lahir sebagai generasi baru.</p>
<p>Dengan menyadari perdamaian atau peperangan sebagai proses, maka kami bertekad untuk membina proses perjumpaan kami ke kedalaman tertentu yang melampaui sekat-sekat dalam pikiran, perbedaan yang asali dan kecurigaan juga kebencian kolektif yang menghantui. Hidup damai yang dicita-citakan ini juga adalah proses panjang seumur dunia yang jika salah asuh maka akan jatuh juga kelak. Menceritakan kembali pengalaman-pengalaman pahit dengan senyum dan bahagia adalah tanda kesembuhan luka batin, tanda perginya dendam dan kebencian, tanda lahir baru. Ini semua saya saksikan semalam di pelataran Gong Perdamaian Dunia. Lalu saya semakin optimis, semakin yakin untuk memantapkan langkah di atas jalan-jalan damai sambil membawa kabar sukacita. Inilah kabar sukacita itu:</p>
<p><em><strong>&#8220;Telah lahir generasi baru Maluku: Anak-Anak Perdamaian!&#8221;</strong></em></p>
<p>Belum banyak, memang! Tapi saya yakin mereka ada di semua tempat, di sekitar Anda sekarang. Hiduplah terus untuk jadi saksi mata kebangkitan Maluku. Heka leka, heka hiti &#8211; Lawamena!</p>
<p><a href="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/badati5.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-767" title="badati5" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2012/01/badati5.jpg" alt="" width="507" height="381" /></a></p>
<p>&#8212;-<br />
<a title="wesly" href="http://pinggirsentris.wordpress.com/" target="_blank">@Wesly Johannes </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2012/01/03/tentang-kelahiran-anak-anak-perdamaian-maluku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sekolah Laskar Pelangi Di Kaki Gunung Binaya</title>
		<link>http://arumbai.org/2011/12/31/sekolah-laskar-pelangi-di-kaki-gunung-binaya/</link>
		<comments>http://arumbai.org/2011/12/31/sekolah-laskar-pelangi-di-kaki-gunung-binaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 15:06:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://arumbai.org/?p=744</guid>
		<description><![CDATA[Akhir November lalu saya bersama tim Ekspedisi Jejak Binaya – sebuah kegiatan yang digawangi oleh sebuah kelompok pecinta Alam Maluku – memulai perjalanan menuju “Atap “ Nusa Ina, Gunung Binaya 3027 mdpl. Kami memulai start dari selatan, tepatnya di desa Moso. Desa tujuan kami selanjutnya adalah Manusela. Kami mencapai Desa manusela, setelah 4 hari perjalanan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_747" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://arumbai.org/"><img class="size-full wp-image-747" title="Siswa Sekolah Dasar YPPK Manusela Pulau Seram Ambon Maluku" src="http://arumbai.org/wp-content/uploads/2011/12/manusela_.jpg" alt="Siswa Sekolah Dasar YPPK Manusela Pulau Seram Ambon Maluku" width="500" height="334" /></a><p class="wp-caption-text">Siswa Sekolah Dasar YPPK Manusela Pulau Seram Ambon Maluku - Foto By : Dharma Wijayanto</p></div>
<p>Akhir November lalu saya bersama tim Ekspedisi Jejak Binaya – sebuah kegiatan yang digawangi oleh sebuah kelompok pecinta Alam Maluku – memulai perjalanan menuju “Atap “ Nusa Ina, Gunung Binaya 3027 mdpl. Kami memulai start dari selatan, tepatnya di desa Moso. Desa tujuan kami selanjutnya adalah Manusela. Kami mencapai Desa manusela, setelah 4 hari perjalanan dari Desa Moso, Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku tengah.<br />
Desa Manusela terletak di ketinggian 870 mdpl. Desa ini merupakan desa administratif yang dipimpin oleh seorang raja merangkap kepala desa. Yotam Amanokuahe nama rajanya,<br />
Di desa ini hanya punya satu puskesmas dan sebuah sekolah dasar. Sekolah Dasar YPPK namanya. SD YPPK di Manusela ini hanya punya tiga 3 guru. Tapi yang saya jumpai saat itu hanya seorang guru yang juga merangkap sebagai kepala sekolah. Saya lupa nama guru itu. dia begitu sibuknya mengajar dari kelas satu hingga kelas enam. Saking sibuknya hingga dia menghiraukan kami yang hendak menawarkan diri untuk membantunya mengajar.<br />
Sekilas ketika melihat sekolah ini, saya teringat akan SD Muhammadiyah di Belitong, yang kemudian terkenal lewat novel karya Andrea Hirata, Laskar Pelangi. Sekolah ini punya 7 ruangan. Satu ruang kantor dan 6 ruang kelas. Empat ruang kelas belajar di sekolah ini tak layak huni. Atapnya bolong, kayu penyangga utama gedung sudah reot di makan rayap. Sangat rawan roboh. Di tambah jumlah kursi yang tidak seimbang dengan jumlah siswa. Satu kursi bisa dipakai oleh 2 hingga 3 siswa.<br />
SD YPPK Manusela, punya 64 murid dari enam kelas. 33 orang siswa dan 31 orang siswi. Di kelas 6 hanya ada 5 murid, 4 orang siswa dan 1 orang siswi. Saya sempat berbincang dengan kepala sekolah. Dari beliau saya baru tahu bahwa siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan menghadapi ujian akhir kelulusan tidak akan mengikuti ujian di sekolah ini. “mereka akan ditampung di sebuah sekolah di desa Moso kecamatan Tehoru hingga ujian selesai. Dari tahun ke tahun memang seperti itu,” tutur kepala sekolah.<br />
Yang membuat hati saya miris, bocah-bocah kecil yang akan mengikuti ujian ini harus menempuh jarak berpuluh-puluh kilometer dengan berjalan kaki untuk mencapai sekolah tempat ujian mereka nanti. Waktu tempuhnya bisa dua sampai 3 hari perjalanan. menurut cerita bapak Yotam, Raja Besa Manusela, bila malam hari tiba dan mereka belum sampai di kampung, anak-anak ini terpaksa tidur ditengah hutan belantara pulau Seram, baik di rumah-rumah kebun (sangat sedikit), atau di camp istirahat terbuat dari tarpal plastik seperti di hutan Sekiwailala dan Waelohilohi. Terpal yang didirikan seadanya itu sudah dalam kondisi rusak.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="SD YPPK Manusela" src="http://justrifky.files.wordpress.com/2011/12/sekolah-yppk-manusela-21.jpg" alt="" width="400" height="279" /><p class="wp-caption-text">SD YPPK Manusela</p></div>
<p>&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="SD YPPK Manusela" src="http://justrifky.files.wordpress.com/2011/12/sekolah-yppk-manusela.jpg" alt="" width="400" height="270" /><p class="wp-caption-text">SD YPPK Manusela</p></div>
<p><strong>Tak Kalah Miris<br />
</strong>Sebenarnya ada banyak sekali sekolah di kawasan Taman Nasional Manusela (tepatnya daerah jalur pendakian Gunung Binaya) yang sama mirisnya dengan sekolah YPPK di Manusela.  Sebut saja SD 15 Maraina yang hanya punya satu guru dan merangkap kepala sekolah. Desa Maraina sendiri hanya berjarak 10 km dari Utara Desa Manusela.<br />
SD 15 Maraina punya 6 ruang kelas dengan 83 murid. 45 org siswa dan 38 orang siswi. Bayangkan saja betapa repotnya seorang guru yang menangani semua kelas. Kami melihat ibu guru ini begitu gesitnya berpindah dari satu kelas ke kelas lainnya. Jika ia sudah masuk ke satu kelas, ia hanya akan memberi tugas dan kemudian pindah ke kelas yang lain. Jika tugas yang ia berikan sudah selesai dikerjakan oleh siswa, ia akan mengizinkan mereka bermain di luar kelas.<br />
“saya lakukan ini begitu setiap hari, “ ungkap wanita paruh baya ini.</p>
<p>Kami sempat membantu mengajar beberapa kelas. Saya kebagian kelas Satu. saat saya masuk ruangan, kelas ini begitu hening. Hanya ada 10 siswa yang hadir pada saat itu. padahal di papan absen kelas tertera kelas ini memiliki 26 siswa. Saya sempat bertanya, kemana siswa-siswi yang tidak hadir ini. Dengan serentak mereka menjawab, “ SAKIIIIITT…!”<br />
Entah benar atau tidak, saya hanya mengangguk. Tak ada pelajaran spesifik yang saya ajarkan saat itu. saya hanya melontarkan beberapa pertanyaan dan kemudian menanyakan cita-cita mereka. Banyak jawaban yang saya terima. Ada yang ingin jadi pilot, tentara, bahkan ada seorang gadis kecil yang tersipu malu dan dengan suara pelan menjawab “ beta ingin jadi presiden”.Saya tak bisa lama menahan mereka dalam kelas, karena bel istirahat baru saja berbunyi. Ini pertanda bahwa mereka harus keluar kelas. Saya sempat mengajak mereka foto bersama.<br />
Selain SD 15 Maraina, ada juga SD YPPK Kanikeh yang tak kalah miris. Sekolah yang terletak di Desa Kanikeh, yang juga merupakan Desa yang paling dekat dengan Gunung Binaya dan juga masuk dalam center kawasan Taman Nasional Manusela.<br />
Saat kami tiba di Desa ini, saya menyempatkan diri mengunjungi SD YPPK ini. Saya mengamatinya luar dan dalam kelas. Kelas ini nampak amburadul dan sepertinya lama tak dipakai. Saya sempat bertanya pada bapak Sondri Lilihata, Kepala Saniri Desa Kanikeh tentang sekolah ini. darinya saya baru tahu kalo sekolah ini sudah libur 3 bulan lebih.<br />
“siswa akan datang ke sekolah jika gurunya sudah datang dari Wahai,” kata Sondri.<br />
Desa Wahai sendiri merupakan ibu kota kecamatan Seram Utara. Saya tidak tahu jarak pastinya, tapi yang saya tahu, untuk menuju ke Wahai dibutuhkan perjalanan 3 sampe empat hari jalan kaki.<br />
Saya tinggalkan sekolah ini dengan sejuta pertanyaan. Karena hari sudah gelap dan saya harus kembali ke rumah tempat saya menginap nanti.<br />
Paginya saya bangun telat karena semalam begadang. saya terbangun karena ajakan seorang teman untuk bantu bersih-bersih di SD YPPK Kanikeh.<br />
Saya kaget dan kemudian bertanya, “ sekolah itu mau dibersihkan? Berarti gurunya sudah ada?”<br />
Teman saya hanya mengangguk. Dengan sekejap saya bangkit dan bergegas menuju sekolah itu. jaraknya hanya 10 meter dari rumah yang kami tempati.<br />
Sampe di depan SD saya menemukan beberapa orang anak sedang memegang sapu untuk bersih-bersih. Ternyata ada beberapa orang siswi yang telah lebih dulu berada dalam kelas. Mereka bahu membahu membersihkan kelas yang dipenuhi kotoran anjing. Saya sempat membantu mereka menata kursi. Saya ingin sekali memotret aktivitas mereka, sayangnya batrei kamera saya sudah drop sejak 2 hari lalu.<br />
Saya melihat keinginan besar dalam diriku mereka untuk belajar. saya jadi membandingkan, bagaimana jika situasi ini terjadi di daerah perkotaan.<br />
Justru saat tidak ada guru, setiap siswa akan bersorak kegirangan. Sungguh berbeda dengan apa yang mereka lakukan. Mereka justru dengan suka cita menyambut guru yang datang walau tak tentu kapan waktunya.<br />
Jika ingat kejadian ini juga, pikiran saya jadi terbawa pada satu scene dalam film laskar pelangi dimana Ikal mengajak teman-temannya, anggota laskar pelangi untuk bersekolah walau tak ada guru. Saat itu ibu muslimah sedang berduka atas kematian pak Arfan, yang membuat dia tidak mau lagi mengajar.<br />
Saya harap guru yang datang itu dapat melihat kesungguhan serta semangat bocah-bocah mungil di kaki gunung binaya ini untuk memperoleh pendidikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="Sekolah Maraina" src="http://justrifky.files.wordpress.com/2011/12/sekolah-maraina-2.jpg" alt="" width="500" height="334" /><p class="wp-caption-text">Sekolah Maraina</p></div>
<p>[Tulisan dan Photo by : <a title="Sekolah" href="http://justrifky.wordpress.com/2011/12/20/sekolah-laskar-pelangi-di-kaki-gunung-binaya/">Rifky Santiago</a>]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://arumbai.org/2011/12/31/sekolah-laskar-pelangi-di-kaki-gunung-binaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

